Oleh: mdwmaluku | Agustus 26, 2008

Pemuda Dalam Tantangan Pembangunan Maluku

Pemuda Dalam Tantangan Pembangunan Maluku

Oleh : Mohamad Ikhsan Tualeka

Koordinator Mollucas Democratization Watch (MDW)

Opini Harian Radar Ambon 18 Agustus 2008

Kondisi existing Maluku saat ini merupakan suatu tantangan yang besar. Ini bisa dilihat dari kondisi fisik dan sosial masyarakat-nya. Sejarah mencatat bahwa propinsi seribu pulau ini adalah sasaran utama para penjajah. Para penjajah datang silih berganti ke negeri rempah-rempah ini, selama hampir empat abad hanya untuk mengeruk sumber daya Maluku.

Sebagai daerah kepulauan yang terdiri dari ratusan pulau kecil dan puluhan pulau besar membutuhkan energi besar untuk menjangkaunya. Antar satu pulau dengan pulau lainnya penuh dengan tantangan dan ancaman. Terdapat arus besar seperti selat antara Haruku dan Saparua, antara selat Ambon dan Haruku. Laut Aru dan Laut Banda sebagai lautan terdalam di dunia, adalah merupakan tantangan sekaligus ancaman besar. Sangat dibutuhkan energi besar untuk menaklukannya.

Di Pulau Seram yang “menyeramkan” dalam pandangan berbagai ahli, menyimpan misteri dan berbagai flasma nutfah yang tak ternilai harganya. Dengan gunung serta pegunungan yang ada, menyimpan sumber daya mineral yang besar, baik yang sudah terdeteksi maupun belum. Berbagai plasma nutfah sebagai sumber kalori dan energi serta obat-obatan diperlukan riset-riset unggulan untuk mengeksplorasinya demi kemakmuran masyarakat Maluku. Di daerah-daerah lain di Maluku banyak tersimpan kekayaan sumber daya alam yang tak ternilai harganya. Sangat diperlukan manajemen sumber daya alam yang mumpuni untuk pengelolaannya.

Ini adalah fakta dan sejarah yang mendorong negara-negara asing untuk menaklukkan Maluku. Mengapa bukan daerah-daerah lain di dunia yang ditaklukkan, mengapa para penjajah melirik Maluku. Fakta dan sejarah ini yang nampaknya kurang direnungkan oleh masyarakat Maluku.

Munculnya konflik sosial antar umat beragama di Maluku beberapa waktu lalu, serta masih adanya sisa-sisa masalah sosial yang sampai saat ini masih terjadi, merupakan indikator bahwa tantangan dan ancaman yang dihadapi dalam pembangunan Maluku sangat besar. Saat ini, angka kemiskinan masyarakat Maluku masih tinggi. Angka buta huruf juga masih tinggi. Derajat kesehatan masyarakat masih rendah, ini bisa dilihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian penduduk, rendahnya kualitas lingkungan di kota karena persoalan sampah dan air bersih.

Persoalan krusial lain yang dihadapi Maluku saat ini adalah pengangguran. Angkatan kerja rendah, investasi juga kurang. Dalam kondisi saat ini, investor nampaknya memang masih berfikir jauh untuk ber-investasi di Maluku. Ini adalah tantangan besar pembangunan Maluku.

Persoalan lain yang dihadapi saat ini adalah masih rendah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Propinsi Maluku. Rendahnya PAD Maluku karena masih perlu ditingkatkan kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam maupun aset-aset yang ada di Maluku. Tantangan lain yang dihadapi dalam pembangunan Maluku adalah karakteristik masyarakat Maluku. Seperti diketahui bahwa kebanyakan masyarakat Maluku memiliki ego yang tinggi. Ego ini merupakan hasil interaksi budaya penjajah dan kondisi alam laut yang membuat masyarakat ini berperilaku keras, dan tidak mudah mengalah.

Sering ditemui sekelompok masyarakat Maluku yang memiliki kecerdasan bagus karena banyak mengkonsumi ikan yang mengandung lemak omega tiga. Namun, karena pengaruh budaya penjajah, kualitas pendidikan yang belum meningkat, keenakan dengan hasil alam membuat sebagian masyarakat pada kelompok ini tidak memiliki kecerdasan sosial dan kecerdasan personal yang baik. Kerusuhan atau konflik sosial di Maluku baru-baru ini memberikan indikasi kuat bahwa sebagian besar masyarakat mudah dihasut dan diprovokasi karena memiliki kecerdasan sosial dan kecerdasaan personal yang kurang baik.

Tantangan Pemuda

Melihat kondisi Maluku seperti dijelaskan di atas, maka dibutuhkan tenaga-tenaga muda untuk menaklukkannya. Dengan ancaman serta tantangan yang sangat besar saat ini serta dikaitkan dengan kebijakan Otonomi Daerah, apalagi dikaitkan dengan tantangan dan ancaman di era globalisasi maka sangatlah tidak mudah untuk mengelola Maluku. Dengan tenaga muda yang produktif, potensi Maluku yang melimpah ruah bisa termanajemen dengan apik. Semua faktor internal Maluku, baik faktor fisik, psikis dan sosial dapat terkelola.

Pemuda memiliki sifat gairah, semangat pantang menyerah. Tenaga muda akan mampu menaklukkan tantangan-tantangan fisik di Maluku. Ia akan mampu berhari-hari di darat dan mengarungi laut yang menghubungkan berbagai pulau di Maluku, dalam melaksanakan aktifitas dinasnya. Juga dalam menghadapi ancaman alam seperti arus maupun gelombang.

Pemuda memiliki kecerdasan dan kuat dalam mengakses informasi. Dengan kecerdasannya itu maka pemuda akan mampu mengelola dampak akibat cepatnya mainstream perubahan global yang berimpak terhadap pembangunan Maluku. Seperti diketahui, bahwa saat ini perkembangan dan perubahan informasi begitu cepat. Ibarat denyut nadi, denyutnya semakin kuat dan sulit diimbangi oleh denyut nadi tua. Banyak pelajaran yang patut disimak dalam gejolak manusia setiap hari, misalnya sering ditemukan denyut nadi tua terkapar di atas denyut nadi muda karena hasrat besar tapi tenaga kurang.

Pemuda memiliki jiwa rela berkorban. Sejarah telah mencatat bahwa dalam setiap era pergerakan nasional, pemudalah yang selalu tampil ke depan untuk menyelamatkan bangsa dan negara ini dari keterpurukan. Dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Maluku saat ini maka pemuda diharapkan tampil ke depan untuk berperan memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya pengentasan kemiskinan di Maluku.

Pattimura-Pattimura muda, adalah kepahlawanan baru di era reformasi ini. Di dalam kondisi Maluku yang perlu pembenahan sana-sini maka dibutuhkan pattimura muda, pemuda Maluku yang tampil ke depan untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Maluku. * * *


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: